BRI Super League 2025–26 Resmi Bergulir: Persib Bandung Sebagai Juara Bertahan dan Transfer Panas

Super League

Pendahuluan

Musim baru BRI Super League 2025–26 resmi dimulai, menghadirkan euforia di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Dengan perubahan format, klub baru, teknologi yang lebih canggih, serta transfer pemain yang mengejutkan, liga ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah sepak bola Indonesia. Persib Bandung datang dengan status juara bertahan, namun tekanan dari rival-rival mereka membuat perjalanan mempertahankan gelar tidak akan mudah.

Selain dari sisi teknis, musim ini juga memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi. Dengan bertambahnya investor asing dan sponsor kelas dunia, kompetisi domestik kian menarik perhatian media internasional. Liga ini bahkan mulai menjadi destinasi bagi pemain asing yang sebelumnya enggan bermain di Asia Tenggara.


Sejarah dan Transformasi Liga 1 Menjadi Super League

Liga 1 resmi berganti nama menjadi BRI Super League pada musim 2024–25. Perubahan nama ini bukan hanya strategi pemasaran, melainkan bagian dari transformasi besar yang diprakarsai oleh PSSI. Tujuan utama dari perubahan ini adalah meningkatkan standar kompetisi agar sejajar dengan liga-liga top di kawasan Asia seperti J.League (Jepang), K League (Korea Selatan), dan Thai League (Thailand).

PSSI menyadari bahwa sepak bola modern tidak hanya soal permainan di lapangan, tetapi juga soal manajemen klub, profesionalisme penyelenggaraan liga, dan pengalaman penonton. Transformasi ini mencakup:

  • Modernisasi Infrastruktur: Stadion-stadion diperbarui dengan kursi tunggal, papan LED, hingga akses internet gratis bagi penonton.

  • Teknologi VAR: Ditingkatkan akurasi dan kecepatan keputusan, dengan penggunaan AI untuk mendukung analisis video.

  • Regulasi Pemain Asing: Klub kini diizinkan memiliki maksimal lima pemain asing, dengan syarat dua di antaranya berasal dari negara anggota AFC, sehingga kualitas permainan meningkat tanpa menghambat perkembangan pemain lokal.

Langkah ini terbukti efektif. Musim pertama dengan nama baru mencatatkan rekor jumlah penonton rata-rata tertinggi sepanjang sejarah liga domestik, dan hak siar dijual ke beberapa platform internasional.


Persiapan Tim dan Transfer Pemain Kunci

Musim ini dibuka dengan bursa transfer yang panas. Klub-klub besar bergerak agresif untuk memperkuat skuad, terutama setelah beberapa pemain bintang memilih hengkang ke luar negeri atau pensiun.

Persib Bandung, sebagai juara bertahan, melakukan pendekatan yang lebih konservatif namun strategis. Mereka mempertahankan tulang punggung tim seperti:

  • David da Silva (striker): Mesin gol yang musim lalu mencetak 23 gol.

  • Marc Klok (gelandang): Pemain kunci di lini tengah dengan kemampuan distribusi bola yang luar biasa.

  • Nick Kuipers (bek): Pilar pertahanan yang tangguh dan berpengalaman.

Namun, Persib juga melakukan langkah mengejutkan dengan mendatangkan Diego Almeida, bek tengah muda yang sebelumnya bermain di liga Portugal. Kehadiran pemain muda ini diharapkan memperkuat lini pertahanan mereka yang menjadi titik lemah musim lalu.

Persebaya Surabaya tidak mau kalah. Mereka merekrut Ryo Tanaka, striker muda asal Jepang yang terkenal cepat dan tajam. Sementara Bali United mendatangkan Kim Seung-ho, gelandang kreatif asal Korea Selatan yang punya pengalaman bermain di Bundesliga 2.

Arema FC, yang musim lalu berada di papan bawah, melakukan perombakan besar-besaran dengan menunjuk Luis Miguel, pelatih asal Spanyol yang pernah membawa klub divisi dua La Liga promosi. Langkah ini menunjukkan keseriusan Arema untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas.


Dampak Ekonomi dan Komersial Liga

Transformasi menjadi Super League membawa dampak signifikan terhadap ekonomi sepak bola Indonesia. Menurut laporan resmi dari BRI, nilai kontrak sponsor meningkat hingga 40% dibandingkan musim lalu. Klub-klub kini memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil, sehingga mampu menggaji pemain berkualitas dan membangun akademi muda yang lebih baik.

Hak siar menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar, dengan platform digital seperti Vidio dan layanan OTT internasional ikut membeli hak tayang. Hal ini membuka peluang bagi pemain lokal untuk dikenal lebih luas dan berpotensi direkrut oleh klub luar negeri.

Selain itu, sektor UMKM di sekitar stadion turut merasakan dampak positif. Setiap pertandingan besar meningkatkan omzet pedagang makanan, transportasi, hingga sektor pariwisata lokal.


Jadwal, Format Baru, dan Ekspektasi Suporter

Format baru dengan penambahan dua klub membuat jumlah pertandingan meningkat signifikan. Musim ini, setiap tim akan memainkan 34 pertandingan reguler, belum termasuk fase playoff untuk menentukan juara, yang merupakan format baru ala Major League Soccer (MLS).

Bagi suporter, hal ini berarti lebih banyak kesempatan menyaksikan tim kesayangan bermain di kandang maupun tandang. Tiket musiman beberapa klub bahkan habis terjual sebelum liga dimulai.
Persib vs Persija masih menjadi pertandingan yang paling ditunggu karena rivalitas historis kedua klub, sementara duel Bali United vs Persebaya dipromosikan sebagai “El Clasico Indonesia” versi modern.

Media sosial menjadi bagian penting dari ekspektasi suporter. Hashtag #BRISuperLeague dan #PersibJuara kembali ramai menjelang kick-off. Banyak suporter berharap musim ini tidak hanya kompetitif di lapangan tetapi juga lebih nyaman dan aman di luar lapangan, mengingat masih adanya insiden suporter yang terjadi di musim sebelumnya.


Strategi Klub dan Taktik Unggulan

Setiap pelatih memiliki gaya bermain khas. Persib dengan pelatih Luis Milla mengandalkan pola 4-3-3 dengan fokus pada penguasaan bola dan serangan cepat di sayap. Bali United di bawah asuhan Stefano Cugurra lebih memilih pendekatan pragmatis dengan mengandalkan serangan balik mematikan.
Persebaya dengan pelatih muda Aji Santoso memaksimalkan pressing tinggi, sedangkan Arema FC di bawah pelatih baru asal Spanyol diperkirakan akan menggunakan tiki-taka ala Barcelona versi sederhana.

Keragaman taktik ini menjadi daya tarik tersendiri, karena membuat liga lebih tidak terprediksi. Dalam beberapa musim terakhir, tim dengan materi pemain biasa saja bisa tampil mengejutkan jika memiliki taktik yang tepat dan eksekusi yang konsisten.


Prediksi Juara dan Pemain Kunci Musim Ini

Sebagian besar pengamat menjagokan Persib Bandung untuk mempertahankan gelar, tetapi tantangan dari Bali United dan Persebaya diprediksi akan sangat sengit. Arema FC juga berpotensi menjadi kuda hitam, terutama dengan pelatih baru dan sejumlah pemain impor berkualitas.

Pemain yang diprediksi bersinar:

  • David da Silva (Persib): Potensi top skor lagi.

  • Ryo Tanaka (Persebaya): Pemain baru yang bisa jadi kejutan.

  • Kim Seung-ho (Bali United): Kreator serangan yang elegan.

  • Diego Almeida (Persib): Bek muda yang jadi investasi masa depan.


Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Musim 2025–26 adalah momentum besar bagi sepak bola Indonesia. Dengan transformasi manajemen, pemain berkualitas, dan antusiasme suporter, BRI Super League bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola nasional.
Jika kualitas kompetisi konsisten meningkat, bukan tidak mungkin liga ini akan sejajar dengan liga-liga papan atas Asia. Untuk itu, dukungan semua pihak – mulai dari klub, suporter, federasi, hingga pemerintah – menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.


Referensi: